Jumat, 21 Oktober 2011

Pondasi pada tanah lempung berlapis (kondisi f = 0o)

Pondasi pada lempung berpais seperti gambar dibawah ini :
Kasus yang dihadapi kemungkinan terjadi 2 kasus yakni :
  1. Cu(1) / Cu(2) > 1 yakni tanah diatas lebih kuat dari dibawah.
  2. Cu(1) / Cu(2) > 1 yakni tanah diatas lebih kuat dari dibawah.
KASUS 1 : Cu(1) / Cu(2) > 1
Kasus ini jika H/B relatif kecil maka terjadi keruntuhan Punching dibagian atas dan keruntuhan umum dibagian bawah, daya dukung ditentukan oleh kedua lapisan tersebut. Jika H/B relatif besar maka keruntuhan ditentukan oleh lapisan atas atau daya dukung pondasi ditentukan oleh lapisan atas. Hal tersebut dapat dilihat pada gambar dibawah ini.
Besar daya dukung menurut Meyerhof dan Hanna, 1978 adalah sebagai berikut :
Keruntuhan umum                      Keruntuhan Punching               Keruntuhan umum tanah diatas
tanah dibawah                             Tanah diatas
dimana :
B         = lebar pondasi
L          = Panjang pondasi
Nc       = 5,4 untuk lempung f=0o.
Ca       = adhesi sepanjang aa’
Besar Ca didapat dari grafik dibawah ini.
KASUS 2 : Cu(1) / Cu(2) < 1
Pada kasus ini tanah lempung diatas lebih lemah dari dibawah. Besar daya dukung menurut Meyerhof dan Hanna, 1974 adalah sebagai berikut :
Untuk lempung jenuh dimana =0o èNc = 5,14
PONDASI DIATAS PASIR YANG DIBAWAH LEMPUNG LUNAK.
Jika lapisan pasir tipis maka keruntuhan akan mengenai lapisan lempung, sebaliknya jika sangat tebal keruntuhan tidak menyentuh lempung seperti terlihat pada gambar dibawah ini.
Daya dukung ultimit menurut Meyerhof 1974 adalah :
Untuk pondasi menerus :
Dimana :
f              = Sudut geser dalam pasir
g         = Berat volume pasir
Ks = Koefisien Tahanan geser punching
Nc, Nq, Ny =dari tabel dibawah ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar